Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Aku tak berdaya karenamu
Akal pun terasa kaku memikirkanmu
Akulah Cinta !!!
Akal pun terasa kaku memikirkanmu
Akulah Cinta !!!
Cinta bagai sebuah keindahan hakikih
Yang nyanyiannya seindah petikan jiwa
Maknanya pun melebihi syair sang dewata
Hingga Cinta dapat kusetarakan dengan surga
Yang nyanyiannya seindah petikan jiwa
Maknanya pun melebihi syair sang dewata
Hingga Cinta dapat kusetarakan dengan surga
Cinta pun dapat membisukan rasa
Merapukan raga yang tak bermakna
Hingga cinta tak dapat ku utarakan dengan lidah
Dan inilah sepenggal arti Cinta sesungguhnya
Merapukan raga yang tak bermakna
Hingga cinta tak dapat ku utarakan dengan lidah
Dan inilah sepenggal arti Cinta sesungguhnya
Apa yang mesti kukatakan padamu saat rindu
Ketika deru kota tak lagi menyisakan arti
Nafas-mu yang melebur satu dalam sukma-ku
Mengalirkan kemuliaan cinta
Seumpama sungai kasih yang engkau bentangkan di hati-ku
Selalu mengalir dan tak akan berujung lagi
Jika saja gerimis malam ini tak segera usai
Aku akan tetap mengurainya satu demi satu
Menjadi noktah-noktah kecil berwarna cemerlang
Lalu melukisnya dikanvas langit menjadi gambaran wajah-mu
Dengan ukiran bulan sebagai senyum-mu
Apa yang mesti kunyatakan pada-mu saat sunyi menyesak dada
ketika kutangkap dan kudekap bayang-mu di relung kamar ini
Kau adalah Bunga mimpiku dari malam ke malam
Yang memberi seribu makna dari kelembutan mata-mu
Sungguh, aku hanya punya cinta sederhana untuk-mu
Yang telah kurajut dengan benang-benang kesetiaan
Dan kujalin indah hingga kau dan aku selalu bermimpi
Kita songsong cakrawala membuka tirai pagi
Dengan terik sinarnya yang menyejukkan hati
Lalu biarkan aku membawa-mu terbang
Menyusuri pelangi dan melintasi mega
Sambil kubisikkan lirih ditelinga-mu
Aku tak akan pernah berhenti mencintai-mu
"sehangat mimpi yg terjaga,,,,
sedingin hujan yg tertahan,,,,
ku-ingin selalu ada di setiap desah nafas-mu,,"
"di sudut pelupuk mata-ku ini tersirat kerinduanku pada-mu
aq mohon jgn kau bunuh rasa yg pernah ada antara kita"
walau bibir, mata dan hati selalu tak sejalan
tapi aq percaya cinta kiata ada,,,
walau aq bkn pilihan dan gak pantas di pilih,
tak ada alasan dariQ tuk memyakitimu apalagi hrs membenci -mu,,,
yang aq tau bagaimana menyayangi-mu,,,
by viano
" hasrat-ku terpurak bila selalu mengingat-mu,,,,
ku lihat merpatih putih terjerat jeruji mawar hitam
ku harap bayang-mu selalu menemani-ku,,
"aq terjebak di antara mawar itu, berharap badai menghapiri dan melepaskan ikatan ini"
" tak akan ada lg sepatah katapun yg keluar dari bibir-ku ,,,
tak perlu kau berbagi ataupun membagi perasaan itu...
tersenyumlah skrg,, karna aq yg akan mengubur perasaanku ini,,
tersenyumlah sekali lg,, karna aq akan mengubur semua kenangan in..
aq kan seperti ini adanya dan akan selalu begini adanya,,,
tak perlu kau berbagi ataupun membagi perasaan itu...
tersenyumlah skrg,, karna aq yg akan mengubur perasaanku ini,,
tersenyumlah sekali lg,, karna aq akan mengubur semua kenangan in..
aq kan seperti ini adanya dan akan selalu begini adanya,,,
by> viano
Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga
Mereka berkata tentang helang dan hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama
Dan berdamai - di antara satu sama lain,
Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu
Oh Cinta, yang tangan lembutnya
mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
akan maruah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku,
Biarkan aku mati dan binasa,
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi,
Dan mangkuk yang tidak kau berkati
(Dari 'The Forerunner)
Karya Kahlal : Kahlil Gibran
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga
Mereka berkata tentang helang dan hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama
Dan berdamai - di antara satu sama lain,
Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu
Oh Cinta, yang tangan lembutnya
mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
akan maruah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku,
Biarkan aku mati dan binasa,
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi,
Dan mangkuk yang tidak kau berkati
(Dari 'The Forerunner)
Karya Kahlal : Kahlil Gibran











